Senin, 20 Februari 2017

Apapun Industrinya, Posisi Keuangan Selalu Dibutuhkan



Liputan6.com Karir.com




Jangan langsung berhenti bekerja, kamu juga bisa membangun usaha sampingan untuk menambah pendapatan.
Ada beberapa posisi yang selalu dibutuhkan di industri apapun, salah satunya keuangan (Finance). Mengapa? Karena keluar-masuk uang perusahaan harus selalu dibukukan, direncanakan dan dimonitor.

Beberapa karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Finance di antaranya jujur, teliti atau detail-oriented, persistent, pintar merencanakan dan mengalokasikan dana. Jika Anda memiliki karakteristik-karakteristik tersebut dan sudah mengemban pendidikan yang mendukung profesi sebagai Finance, tentu saja jam terbang akan menjadi faktor penentu kelebihan Anda seiring berjalannya waktu.

Tantangan-tantangan yang mungkin akan Anda hadapi adalah bagaimana menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan, dan sesuai prinsip ekonomi, bagaimana dengan pengeluaran yang sekecil-kecilnya dapat membuahkan hasil yang sebesar-besarnya. Hal ini penting untuk mendukung bisnis perusahaan.

Jika Anda baru akan memulai karir sebagaiFinance, bagaimana Anda bisa menentukan bahwa sebuah produk atau jasa yang akan Anda pilih berada di rentang harga rata-rata atau bahkan mungkin di bawah rata-rata, namun memiliki kualitas yang paling tidak memenuhi standar perusahaan Anda?

Jawabannya adalah survei. Sebagai seorang Finance, Anda harus rajin melakukan survei sebelum menentukan sebuah pembelian produk atau jasa.

Tantangan lainnya adalah menjadi seorangFinance terkadang memposisikan Anda menjadi seorang public enemy. Mengapa demikian?

Karena semua divisi akan mendatangi Anda setiap kali mereka perlu membeli barang atau jasa. Anda perlu menilik rencana anggaran dana divisi tersebut sebelum mengeluarkan sejumlah uang, dan pada praktiknya, seringkali Anda perlu berdebat dengan divisi tersebut perihal dana yang mereka ajukan.

Sepertinya memang posisi yang sulit, namun Anda bisa belajar dari mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Bagaimana tetap menjadi seorang Financeyang dapat bersosialisasi dengan baik dengan karyawan lainnya, namun tetap membawa misi besar perusahaan untuk menerapkan prinsip ekonomi dan membuktikan integritas Anda dalam kejujuran.

Bagaimana memulai karir sebagai Finance?

Di mana Anda akan mendapatkan ilmu dan bimbingan dari orang-orang yang ahli di bidangnya? Graduate Trainee Program 2017 (GTP 2017) merupakan salah satu pintu yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

Program milik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) ini memang memberikan begitu banyak kesempatan bagi para lulusan baru Indonesia. Anda bisa mendapatkan mentoring dari para direktur langsung, juga dari para senior ekspatriat, dan tak hanya itu, Anda bisa membangun relasi dengan para kolega di luar negeri.

Berdasarkan survei Karir.com pada 55.000 profesional di Indonesia, Consumer Goods adalah salah satu dari 10 industri dengan gaji rata-rata tertinggi di Indonesia, yakni Rp 7.689.833 gross per bulan.

Sembilan industri lainnya yakni Perminyakan dan Gas Bumi, Pertambangan dan Mineral, Kimia, Penerbangan, Hukum, Properti, Manufaktur, Telekomunikasi dan Konsultasi. Kesepuluh industri tersebut sepertinya adalah industri yang “tak ada matinya.”

Jika Anda lulusan S1/S2 dengan IPK minimal 3,0, lulusan baru atau memiliki pengalaman kerja tidak lebih dari satu tahun, berusia tidak lebih dari 25 tahun, GTP 2017 menawarkan gaji dan fasilitas di atas rata dan akselerasi jenjang karir yang lebih cepat dari profesional pada umumnya.

Jika Anda menginginkan gaji di atas rata-rata, tentunya Anda harus melakukan usaha yang di atas rata-rata juga. Jika Anda hanya melakukan yang dilakukan orang pada umumnya, tentunya Anda pun hanya akan menerima hasil yang didapatkan orang pada umumnya. Jika Anda melakukan lebih, sudah barang tentu Anda akan mendapatkan lebih.

Nah, jangan lupa untuk melalui berbagai tahapan tes GTP 2017, salah satunya tes wawancara melalui rekaman video. Banyak di antara kandidat yang tidak melakukan tes wawancara ini dengan serius atau tidak menjawab pertanyaan dengan semestinya.

Tentu saja kandidat-kandidat semacam ini tidak layak mendapatkan sesuatu yang lebih. Jika Anda ingin lolos dalam GTP 2017, tes wawancara ini adalah pintu gerbang pertama yang harus Anda lalui dengan sebaik-baiknya.

Tips wawancara: 

Jawab dengan sungguh-sungguh sesuai pengalaman Anda semasa sekolah atau kuliah, juga sesuai harapan atau visi dan misi hidup Anda. Tentu saja pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada yang melebihi kemampuan Anda untuk menjawab.

Pertanyaannya adalah seputar karir dan kepemimpinan (leadership) secara umum, tidak ada sesuatu yang spesifik mengarah ke bidang tertentu. Jadi, tidak perlu khawatir, cukup percaya diri dengan kemampuan Anda.

Tips berikutnya gerak tubuh dan ekspresi wajah yang semestinya. Banyak di antara kandidat yang melakukan wawancara rekaman video ini dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang terlihat tidak serius. Yang perlu Anda ingat adalah bahwa rekaman video Anda akan dilihat oleh para praktisi HR dengan latar belakang psikologi.

Mereka mampu melihat atau menganalisis kepribadian Anda dari gerak tubuh dan ekspresi wajah Anda. Jadi, berikan impresi yang semestinya; bagaimana Anda ingin mereka melihat Anda sebagai sebuah pribadi.

Nah, selamat mendaftar GTP 2017, selamat melakukan tes wawancara melalui rekaman video, dan menikmati jerih payah Anda di kemudian hari dalam bentuk gaji, fasilitas dan ilmu yang Anda dapatkan dari orang-orang terbaik di sebuah perusahaan multinasional. Tidak semua perusahaan mampu memberikan apa yang Anda cari, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini.

Jika Anda lolos kualifikasi awal, Anda akan menerima notifikasi undangan tes wawancara.

Artikel Asli

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2852042/apapun-industrinya-posisi-keuangan-selalu-dibutuhkan?

Nasehat Imam Al-Ghazali



  • Terimalah alasan yang benar, sekalipun dari pihak lawan
  • Jangan segan segan kembali kepada yang benar, manakala terlanjur salah dalammemberikan keterangan
  • Berikan contoh dan teladan yang baik kepada murid dengan melaksanakan perintah agama dan meninggalkan larangan agama, agar demikian apa yang engkau katakana mudah diterima dan diamalkan oleh murid.
  • Dengarkan dan perhatikan segala yang dikatakan oleh ibu bapakmu, selama masih dalam batas batas agama.
  • Selalulah berusaha mencari keredhaan orang tuamu.
  • Bersikaplah sopan santun, ramah tamah dan merendah diri terhadap orang tuamu.
  • Bila mencari teman untuk mencapai kebahagian akhirat, perhatikanlah benar benar urusan agamanya. Dan bila mencari teman untuk keperluan duniawi, maka perhatikanlah ia tentang kebaikan budi pekertinya.
  • Sabar dan tabahlah dalaml menghadpi segala persoalan.
  • Besikaplah lemah lembut dan sopan santun dengan menundukan kepala.
  • Janganlah sombong terhadap sesama mahluk, kecuali terhadap mereka yang zalim.
  • Bersikap tawadduklah dalam segala bidang pergaulan.
  • Janganlah suka bergurau dan bercanda
  • Bersikap lemah lembut terhadap murid dan hendaklah dapat menyesuaikan diri atau mengukur kemampuan murid.
  • Hendaklah sabar dan teliti dalam mendidik muridnya yang kurang cerdas.
  • Jangan berkeberatan menjawab, “aku kurang mengerti,” jika memeang belum mampu menjawab sesuatu masalah.
  • Pusatkanlah perhatian kepada murid yang sedang bertanya, dan memahami benar isi pertanyaanya.
  • Cepat cepatlah memenuhi panggilan agama.
  • Jauhilah larangan larangan agama.
  • Janganlah menentang terhadap takdir Allah SWT.
  • Berpikirlah selalu tentang nikmat nikmat dan keagunga-Nya.
  • Menangkanlah yang hak dan gugurkanlah yang batil.
  • Rendahkanlah hatimu kepada Allah SWT.
  • Sesalilah segala perbuatan yang tercela dan merasa malulah dihadapan Allah SWT.
  • Hindarilah segala tipu daya yang tidak terpuji dalam mencari nafkah, dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT selalu melimpahkan segala usaha kebaikan apapun sertailah dengan tawakkal kepadanya.
  • Hendaklah seseorang menerima masalah masalah yang dikemukakan oleh muridnya.

10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah



10 Hal yang Mendatangkan Cinta Allah



Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.

1.Pertama,

membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]

2.Kedua,

 mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

3.Ketiga,

 terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

4.Keempat

lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

5.Kelima

merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

6.Keenam,

 memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

7.Ketujuh

inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

8.Kedelapan

menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya denganistighfar dan taubat kepada-Nya.

9.Kesembilan,

 duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

10.Kesepuluh

menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.
Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.


Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh
***
Selesai disusun selepas shalat shubuh, 6 Jumadits Tsani 1430 H, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Ucapan Ucapan Saidina Ali bin Abi Tholib ra.

Ucapan Ucapan Saidina Ali bin Abi Tholib ra.


  •  Tidak akan diterima amal kecuali dengan takwa
  • Setiap kesulitan itu pasti ada akhirnya.
  • Kerabat itu adalah orang yang didekatkan oleh kasih sayang walaupun jauh tali kekeluargaannya. Dan orang jauh itu ialah orang yang dijauhkan oleh permusuhan sekalipun dekat tali kekeluargaanya.
  • Barang siapa melihat aib manusia lalu ia membencinya, kemudian ia rela aib tersebut ada pada dirinya, maka sesungguhnya dia orang yang benar benar dungu.
  • Jangan menjadi orang yang mengharapkan akhirat tanpa amal, dan menunda nunda taubat karena angan angan. Anda menyukai orang shaleh namun tidak mau beramal daengan amal mereka
  • Murah senyum itu kasih, dan sabar itu adalah kuburan aib
  • Orang yang menang karena aniaya, maka ia akan kalah
  • Pintu ijab itu telah tertutup maksiat
  • Sekaya kaya kekayaan itu adalah akal, sebesar besar kemiskinan itu adalah bodoh, seburuk buruk kelakuan itu adalah ujub, dan semulia mulia kemuliaan itu adalalah akhlak yang baik.
  • Taufik adalah sebaik baik pemimpin, akhlak yang baik adalah sebaik baik kawan, akal adalah sebaik baik sahabat, dan adab adalah sebaik baik warisan.
  • Jangan kau bersahabat dengan orang bodoh, sebab mungkin ia bermaksud memberi manfaat kepadamu, namun sebaliknya ia malah merugikanmu. Dan jangan kau bersahabat dengan seorang pendusta, sebab ia dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
  • Jangan kau bersahabat dengan orang yang kikir, sebab ia akan menghinamu dikala kau memerlukan bantuannya. Dan jangan kau bersahabat dengan pedagang , sebab ia akan menjualmu dengan harga yang rendah

    kata kata di atas merupakan berberapa kata yang di ucapkan saidina Ali ra.

Sumber : http://gadenks.blogspot.com/2012/10/ucapan-ucapan-saidina-ali-bin-abi.html

SETIAP INGIN ADALAH NAFSU


Assalamulaikum warah matullahi wa barukatuh.

Bismillahirramannirahiim

Seorang arif billah berkata,
"Semua manusia binasa, kecuali orang berilmu,
orang berilmu pun binasa, jika tidak mengamalkan ilmunya,
orang yang mengamalkan ilmu pun binasa, jika tidak disertai ikhlas,
orang ikhlas pun binasa, jika masih merasa ke-aku-an diri
: masih ada maksiat batin.

Setiap keinginan adalah nafsu.

Kata nafsu dalam bahasa Indonesia diserap dari kata bahasa Arab an-nafs yang bermakna "diri" atau "jiwa". Dalam perkembangan pragmatiknya, kata nafsu terkait erat dengan konsep ego atau "ke-aku-an".

Yang dikatakan nafsu itu adalah keinginan.

Menginginkan surga itu nafsu. Maukah kamu salat ber-imam pada orang yang beribadah dengan nafsu?

Kita dipersilakan menjadi imam salat berjamaah lalu merasa dalam hati bahwa diri ini memang layak mengimami jemaah, merasa ada diri itu najis batin. Maukah kamu ber-imam pada orang yang batinnya bernajis?

Dalam ibadah ada rukun fi'li [gerakan], qauli [bacaan], dan qalbi [pandangan hati]. Tentulah berlaku juga rasa fi'li, rasa qauli, dan rasa qalbi.

Ada orang membacakan ayat terlalu dialun-alun, dimerdu-merdu saja sudah dapat dirasa dengan rasa qalbi bahwa orang ini riya. Melihat gerak-gerik fi'linya juga sudah dapat dirasa dengan rasa qalbi bahwa orang tersebut ada ujubnya.

Itu sebabnya ada anjuran Nabi Muhammad Rasulullah Saw. agar imam salat berjamaah agar tidak membawakan surah yang panjang-panjang. Itu sebabnya ada juga orang-orang tasawuf yang maqam sirr-nya sudah tinggi bila salat bermakmum pada imam yang berkualitas riya, mereka akan membatalkan salatnya dan mengulangi salatnya secara munfarid*).
MUX:
Sekarang saja langsung terasa... begitu terbaca bagian *) ini oleh "mereka", serta-merta mereka sibuk membuka-buka file kumpulan hadis yang biasa dicopas. Jangan kaget kalau yang "mereka" cari itu hadis di bawah ini untuk dibuat status sindiran:

"Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah-rumah mereka dengan api." (HR Bukhari dan Muslim)

Tanggapan:
Apakah sama berimamkan Rasulullah Saw. dan atau berimamkan empat sahabat utama, atau berimamkan para tabi'in, tabiut tabi'in yang dikenal luas sebagai kaum salafus saleh dengan berimamkan ulama-ulama mujassimah yang mempersonifikasi Allah sebagai berwajah, bertangan dan bersemayam di Arsy, yang mengaku-aku sebagai kaum salaf padahal pengikut setia si Wahab?

Apakah sama berimamkan Rasulullah Saw. dan atau berimamkan empat sahabat utama, atau berimamkan para tabi'in, tabiut tabi'in yang dikenal luas sebagai kaum salafus saleh dengan berimamkan ulama-ulama kebatinan yang memelihara sekelompok jin agar dipandang orang sebagai memiliki karamah?

"Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" [Q.S. ar-Ra'd:16]

Sebagaimana melakukan penyembahan itu wajib dengan disertai pengenalan pada Allah; demikian juga sebaiknya kita mengenal dengan baik orang-orang di lingkungan kita yang biasa menjadi imam shalat berjamaah di masjid. Tulisan ini tidak menetapkan bahwa setiap imam masjid itu memendam najis batin di dalam dirinya juga tidak menyeru umat agar jangan salat berjamaah di masjid 'kan?!


Tidak semua orang tertipu dengan penampilan zahir saja. Ada dapat yang memandang dengan zahir sekaligus dengan rasa. Dari sinilah dapat diketahui adanya riya pada seseorang yang diamati. Mustahil rasa dari Rahasia [sirr] itu bohong.

Perkataan sebagian awliya Allah,
"Man lam ya'zauq; lam ya'rif."
Apabila kamu merasa, tahulah kamu.



Akan tetapi, sedikit orang yang mau mengetahui tentang rasa. Bukankah sirr itu rasa. Rasa itu Rahasia. Ketahuilah masalah rasa ini. Rasa ini ada di hati.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian.” (H.R. Muslim).



Mengapa Allah memandang hati?
Karena hatilah yang berhubungan langsung ke alam raib ["alam" Tuhan], bukan alam gaib. Kita tidak tahiu "alam" Tuhan ini, tetapi hati merasakan.

Sebab,
siapa yang kenal dengan Allah? Ruh.
siapa yang pernah mendengar Kalam Allah? Ruh.
siapa yang pernah menyaksikan Allah? Ruh.

Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka [seraya berfirman]: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul [Engkau Tuhan kami], kami menjadi saksi". [Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah tentang [keesaan]ini  (Q.S. al-A'raaf:172)

Jadi,  sudah ada sama`, bashar, kalam, [dan seluruh sifat 20] itu pada ruh sejak di alam arwah.


Orang tauhid menerima bicara orang syariat bahwa mereka beramal dengan lillahi ta'ala; tetapi mengapa orang syariat tidak mau menerima bicara orang tauhid tentang ibadah billahi ta'ala? Bukankah laa hawla wa laa quwwata illa billah?


Cobalah sekali-sekali santapan makrifat ini.
"...agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah tentang ini."

- Syaikh Siradj -

Nah bagi sobat yang pernah membaca tulisan ini di blog sarang, tidak ada salahnya untuk di baca baca laagi biar menambah pemahaman. karena tujuan sy mengepostkan tulisan ini untuk mengingatkan diri sy sendiri dan juga untuk sobat sobat sekalian.


Sumber: muxlimo.blogspot.com

5 Tips Jitu Jadi Penjual Handal





Liputan6.com, Jakarta Seperti pepatah lama "waktu adalah uang". Pepatah ini mungkin yang paling tepat menggambarkan kerja seorang tenaga penjualan (sales). Sebab mereka kerap dikejar-kejar target yang dipatok.
Sebab itu, seorang tenaga penjualan harus mampu mengelola waktu agar dapat menjual lebih banyak.


Masalahnya, seorang tenaga penjual sepertinya tidak pernah memiliki cukup waktu untuk melakukan semua tugasnya karena dituntut dengan tugas yang lain.

Alhasil, banyak yang tidak dapat memenuhi target. Tentu Anda tak mau seperti itu bukan?
Sebenarnya bagaimana strategi mangelola waktu yang paling efektif agar Anda dapat menjual lebih banyak produk tanpa membuang-buang waktu?

Berikut lima strategi yang dapat Anda coba, dilansir dari Lifehack, Rabu (15/2/2017):

1. Utamakan Menangani Proyek Sulit Terlebih Dulu

Semua orang tentu memiliki satu atau dua hal yang kurang mereka kuasai. Namun, jika Anda ingin menjadi master terkait manajemen waktu, maka mulailah dari menangani hal sulit.
Proyek yang sulit tentunya akan lebih memakan banyak waktu, tapi bukankah lebih bagus jika diselesaikan dahulu sehingga tak perlu ditunda dan tak menjadi keteter atau terbengkalai.
Jika sudah melakukan proyek yang sulit, sisanya hanya tinggal perlu mengerjakan yang Anda kuasai sehingga semua dapat berjalan.
1 of 3
Lupakan Multitasking

2. Lupakan Multitasking

Multitasking mungkin merupakan lencana kehormatan bagi banyak profesional yang sibuk. Namun, tak jarang multitasking justru lebih banyak menyebabkan kerugian.
Bila Anda mencoba mengerjakan dua tugas sekaligus, justru keduanya akan lebih lambat diselesaikan.
Sebaiknya, coba untuk menangani sesuatu sampai akhir sebelum beralih ke tugas lain. Hal ini justru lebih memungkinkan Anda untuk menyelesaikan segala sesuatu lebih cepat daripada mencoba untuk mengatasi semuanya sekaligus.

3. Sebisa Mungkin Jauhi Email

Email yang terikat ke smartphone justru menjadi pengganggu karena banyaknya pesan yang masuk setiap hari. Waktu Anda lebih baik digunakan untuk hal yang lebih penting dibandingkan hanya memeriksa email sepanjang hari.
Mungkin banyak tenaga penjualan yang masih ragu-ragu menerapkan hal ini karena takut kehilangan sesuatu yang penting, seperti klien besar.
Namun, tenang saja karena ada beberapa solusi untuk masalah ini, salah satunya Anda bisa mengatur notifikasi untuk memberitahu Anda ketika sesuatu yang benar-benar mendesak masuk (dari klien tertentu, dan lain-lain).
Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa hanya email penting yang mendapatkan perhatian Anda segera.
2 of 3

Utamakan Telepon dibanding Berkirim Pesan

4. Utamakan Telepon Dibanding Berkirim Pesan

Anda akan lebih efisien dalam membuat panggilan (telepon) dan meninggalkan pesan. Sama halnya seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa pesan hanya membuang-buang waktu.
Mulailah untuk mengurangi mengirim pesan dan lebih baik mencoba untuk telepon agar tidak membuang waktu untuk membalas.

5. Membuat Prioritas Tugas 

Cara terbaik untuk memastikan semuanya akan berjalan baik adalah dengan menjadwalkan semuanya sebaik mungkin.
Prioritaskan tugas masing-masing dalam tiga cara, yaitu tugas-tugas yang harus diselesaikan hari itu, tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam beberapa hari ke depan, dan tugas-tugas yang Anda ingin menyelesaikan jika punya waktu.

Dengan begitu, Anda dapat mengerjakan semuanya tanpa ada yang terlewat. (Fitriana Monica Sari/Nrm)



Sumber : http://m.liputan6.com/me/fitriana.sari

Bila Al-Qur'an di Hati






Sungguh beruntung yang memiliki hati senantiasa diisi Kalamulloh Al Quran karim, 

Bila galau senantiasa bertanya ke lubuk hati dan al quran menjawabnya yang pasti amat menyejukan

Bila berkeinginan sesuatu, maka bertanya ke dalam hati, al quran menuntunnya kepada keinginan yang berkah

Bila takut, menyeru ke lubuk hati, Al quran akan menentramkan, menjawab dengan janji perlindungan dari-Nya Yang Maha Kokoh

Bila merasa lemah, maka Al quran dari Yang Maha Perkasa akan menguatkan lahir maupun bathin

Bila al quran senantiasa di hati, melimpahlah bimbingan dan jawaban dari Yang Maha Tahu segalanya untuk bekal mengarungi hidup ini

Mari saudaraku luangkan waktu dan perhatian lebih banyak untuk akrab membaca, mengahapal, memahami, sekuat tenaga mengamalkan dan menyampaikan Kalam Allah, Al Quran yang penuh berkah.
demikian postingan Bila Al-QUR'AN di Hati, semoga bermanfaat.
wassalamualikum


Sumber : http://gadenks.blogspot.com/2012/11/bila-al-quran-di-hati.html